Jumat, 10 Juni 2022

Pengenalan Bahasa Python

        Python diciptakan oleh Guido van Rossum pertama kali di Centrum Wiskunde & Informatica (CWI) di Belanda pada awal tahun 1990-an. Bahasa python terinspirasi dari bahasa pemrograman ABC. Sampai sekarang, Guido masih menjadi penulis utama untuk python, meskipun bersifat open source sehingga ribuan orang juga berkontribusi dalam mengembangkannya.

        Di tahun 1995, Guido melanjutkan pembuatan python di Corporation for National Research Initiative (CNRI) di Virginia Amerika, di mana dia merilis beberapa versi dari python. Pada Mei 2000, Guido dan tim Python pindah ke BeOpen.com dan membentuk tim BeOpen PythonLabs. Di bulan Oktober pada tahun yang sama, tim python pindah ke Digital Creation (sekarang menjadi Perusahaan Zope). Pada tahun 2001, dibentuklah Organisasi Python yaitu Python Software Foundation (PSF). PSF merupakan organisasi nirlaba

yang dibuat khusus untuk semua hal yang berkaitan dengan hak intelektual Python. Perusahaan Zope menjadi anggota sponsor dari PSF.

        Semua versi python yang dirilis bersifat open source. Dalam sejarahnya, hampir semua rilis python menggunakan lisensi GFL-compatible. Berikut adalah versi mayor dan minor python berikut tanggal rilisnya.

• Python 1.0 – Januari 1994

• Python 1.2 – 10 April 1995

• Python 1.3 – 12 Oktober 1995

• Python 1.4 – 25 Oktober 1996

• Python 1.5 - 31 Desember 1997

• Python 1.6 – 5 September 2000

• Python 2.0 – 16 Oktober 2000

• Python 2.1 – 17 April 2001

• Python 2.2 – 21 Desember 2001

• Python 2.3 – 29 Juli 2003

• Python 2.4 – 30 Nopember 2004

• Python 2.5 – 19 September 2006

• Python 2.6 – 1 Oktober 2008

• Python 2.7 – 3 Juli 2010

• Python 3.0 – 3 Desember 2008

• Python 3.1 – 27 Juni 2009

• Python 3.2 – 20 Februari 2011

• Python 3.3 – 29 September 2012

• Python 3.4 – 16 Maret 2014

• Python 3.5 – 13 September 2015

• Python 3.6 – 23 Desember 2016

• Python 3.7 – 27 Juni 2018

• Python 3.8 – 14 Oktober 2019

• Python 3.9 – 5 Oktober 2020

• Python 3.10 – 4 Oktober 2021

        Nama python sendiri tidak berasal dari nama ular yang kita kenal. Guido adalah penggemar grup komedi Inggris bernama Monty Python. Ia kemudian menamai bahasa ciptaannya dengan nama Python.


Mengapa Harus Python? 

1. Python adalah bahasa pemrograman yang populer. Per September 2018, Python berada di urutan ke 3 bahasa program yang paling populer di dunia.

2. Python relatif lebih mudah dipelajari dan digunakan dibandingkan bahasa pemrograman lain.

3. Selain lebih mudah dibaca, python juga lebih efisien dibandingkan bahasa lain seperti C, C++, maupun Java. Untuk melakukan sesuatu dengan 5 baris kode pada bahasa lain, bisa jadi di python hanya diperlukan 1 baris kode.

4. Python merupakan bahasa multifungsi. Dengan python Anda bisa melakukan berbagai hal mulai dari memproses teks, membuat website, membuat program

jaringan, robotika, data mining, sampai dengan kecerdasan buatan. Dengan python Anda bisa membuat aplikasi berbasis desktop maupun berbasis smartphone.

5. Python kaya akan dukungan library (pustaka) standar. Tersedia banyak sekali modulmodul dan ekstensi program yang sudah siap Anda pakai untuk membuat program

sesuai kebutuhan Anda.

6. Python bisa berinteraksi dengan bahasa lain. Kode python bisa memanggil oleh bahasa C, C++, dan sebaliknya juga bisa dipanggil dari bahasa lain.


Kelemahan Python

1. Kekurangan python dibanding bahasa lain yang menggunakan kompiler adalah ‘sedikit’ lebih lambat pada saat dijalankan bila dibandingkan bahasa C maupun C++.

2. Untuk program besar yang membutuhkan kecepatan pemrosesan tinggi mungkin Python kalah cepat dari bahasa C, tapi untuk hal selain itu Python lebih mudah dan lebih baik

dari bahasa lain.

3. kode sumber sekarang sudah dioptimasi menggunakan bahasa C, sehingga kecepatannya juga sudah sangat mendekati kecepatan bahasa C. Spesifikasi komputer juga sekarang ini sudah semakin tinggi sehingga bisa memproses program dengan cepat, sehingga sering kali ini tidak menjadi hal penting dan bisa diabaikan.


Sekilas Tentang Bahasa Python

        Python adalah bahasa pemrograman interpretatif multiguna dengan filosofi perancangan yang berfokus pada tingkat keterbacaaan kode. Python diklaim sebagai pemrograman yang menggabungkan kapabilitas bahasa yang menggabungkan kapabilitas, kemampuan, dengan sintaksis kode yang sangat jelas, dan dilengkapi dengan fungsionalitas pustaka standar yang besar serta komprehersif.

     Python mendukung multi paradigma pemrograman, utamanya namun tidak dibatasi pada pemrogaman berorientasi objek, pemrograman imperatif, dan pemrograman fungsional. Salah satu fitur yang tersedia pada python adalah sebagai bahasa pemrograman dinamis yang dilengkapi dengan manajemen memori otomatis. Seperti halnya pada pemrograman dinamis lainnya. Python umunya digunakan sebagai bahasa skrip meski pada praktiknya penggunaan bahasa ini lebih luas mencakup konteks pemanfaatan yang umunya tidak dilakukan untuk berbagai pengembangan perangkat lunak dan dapat berjalan di berbagai platform sistem operasi.


Struktur Pemrograman Python

Aturan Penulisan

Program-program yang ditulis dalam Python secara khas jauh lebih pendek dibandingkan dengan program-program C atau C++, karena beberapa pertimbangan:

• Tipe data tingkat tinggi digunakan untuk menyatakan operasi kompleks dalam suatu statemen tunggal.

• Pengelompokan statemen telah selesai dengan indentasi sebagai pengganti dari pengurungan mulai dan akhiran.

• Tidak ada deklarasi-deklarasi argumentasi atau variabel yang diperlukan.

Indentasi

Bahasa pemograman Python adalah bahasa pemograman yang mudah dibaca dan terstruktur, hal ini karena digunakannya sistem indentasi. Yaitu memisahkan blok - blok program dengan susunan indentasi. Jadi untuk memasukan sub - sub program dalam suatu blok, sub - sub program tersebut diletakkan satu atau lebih spasi dari kolom suatu blok program. Python memiliki sedikit perbedaan pada cara penulisan program dengan bahasa pemrograman yang lain seperti C/Java. Kalau pada C/Java menggunakan tanda kurung sebagai pemisah blok program, di Python kita hanya menggunakan spasi sebagai pemisah blok program yang biasa disebut sebagai Indentasi. Karena Python menjalankan perintah secara berurutan, maka kita harus pintar menyusun perintah agar mendapatkan hasil seperti yang diinginkan.

Contoh Penggunaan Indentasi yang tidak tepat

Pada contoh diatas kita dapat melihat jika suatu kondisi nilai a > 6 dipenuhi maka program akan menjalankan baris perintah yang ada di dalam suatu blok kondisi tersebut, yang ditandai dengan penggunaan satu spasi atau lebih dari blok kondisi sebelumnya, dalam contoh diatas perintah yang akan dilaksanakan jika suatu kondisi diatasnya terpenuhi menggunakan dua (2) spasi, sedangkan pada pernyataan else, menggunakan satu spasi. Perbedaan penggunaan spasi ini tidak dianjurkan meskipun dalam program Python dibenarkan, karena struktur program akan lebih sulit dibaca. Seharusnya blokblok program diatas adalah sebagai berikut :



Contoh Penggunaan Indentasi yang tepat


Variabel

Sebuah variabel adalah sebuah nama yang mempunyai sebuah nilai. Pendeklarasian kalimat membuat sebuah variabel - variabel baru dan memberinya nilai.








Pada contoh di atas, pendeklarasian tersebut menciptakan 3 variabel baru. Pendeklarasian pertama, menunjukkan string "Belajar Python" ke sebuah variabel yang bernama a. Kedua, variabel b diberi nilai 851 sebagai integer. Dan yang terakhir variabel phi diberi nilai 3.14 sebagai nilai pecahan/float.


Nama Variabel

Pada umumnya, programmer memakai nama variabel sesuai dengan keterangan isi dari variabel tersebut dan variabel juga merupakan simbol yang mewakili nilai tertentu. Pembuatan variabel dalam python sangat sederhana. Berikut adalah ketentuan mengenai variabel dalam pyton,

- Variabel tidak perlu dideklarasikan mempunyai tipe data tertentu

- Jenis data dalam variabel dapat berubah-ubah

- Penulisan variabel harus diawali dengan huruf, dan untuk karakter selanjutnya bisa berupa huruf atau angka

- Dapat berupa huruf Kapital, tetapi bersifat case-sensitive, nama Kapital dengan kapital adalah variabel yang berlainan.

- Penulisan variabel tidak boleh dipisah oleh <spasi>

- Untuk variabel yang terdiri dari 2 suku kata, dapat dipisah dengan simbol underscore ( _ ) seperti nama_saya

Statemen yang tidak boleh dijadikan nama variabel adalah keywords pada Python. Contoh :






Variabel 123satu adalah penamaan variabel tidak benar karena diawali dengan sebuah angka.






lebih$ juga tidak benar karena terdapat karakter yang tidak semestinya ada dalam penamaan variabel. 

Keyword / Kata Kunci pada Python Kata kunci mendefinisikan aturan - aturan dan struktur bahasa, dan mereka tidak dapat digunakan sebagai nama variabel. Pyton mempunyai 28 kata kunci :






Anda mungkin ingin menyimpan daftar - daftar ini, pada saat interpreter mengeluarkan kesalahan sintaks dari salah satu nama variabel Anda dan Anda tidak mengetahui penyebabnya, lihat mereka pada daftar ini.

C++ "Hello World!" Program








Java "Hello, World!" Program






Python "Hello, World!" Program






Perbandingan Python dengan bahasa pemrograman lainnya.


Contoh Program Python :

print("===========================")

print("Nama : Budi")

print("Kelas : 10.1A.20")

print("Jurusan : Sistem Informasi")

print("===========================")

Hasil Output :



 



Sumber : Slide BSI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar